PENJUALAN OBAT KERAS TANPA RESEP DOKTER OLEH APOTEKER BERDASARKAN UNDANG UNDANG NO 17 TAHUN 2023 PASAL 320 TENTANG KESEHATAN PERSPEKTIF SIYASAH DUSTURIYAH (Studi : Apotek di Kota Bengkulu)

Downloads

Downloads per month over past year

Saktiwa, Jaswan (2025) PENJUALAN OBAT KERAS TANPA RESEP DOKTER OLEH APOTEKER BERDASARKAN UNDANG UNDANG NO 17 TAHUN 2023 PASAL 320 TENTANG KESEHATAN PERSPEKTIF SIYASAH DUSTURIYAH (Studi : Apotek di Kota Bengkulu). Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.

[img] Text (Skripsi)
JASWAN SAKTIWA_2111150156.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (10MB) | Request a copy
[img] Text
BAB 1.pdf

Download (488kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (497kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (644kB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji Penjualan Obat Keras Tanpa Resep Dokter Oleh Apoteker Berdasarkan Undang - Undang no 17 Tahun 2023 Pasal 320 Tentang Kesehatan Perspektif Siyasah Dusturiyah (Studi : Apotek di Kota Bengkulu). Isu ini menjadi relevan mengingat adanya potensi ketidaksesuaian antara prinsip prinsip syariat islam terkait kurangnya kepatuhan dan sosialisasi prosedur penjualan obat keras tanpa resep dokter yang menimbulkan beberapa efek samping dari penggunaan obat tersebut. Adapun Tujuan yang dikaji dalam skripsi ini, yaitu untuk: 1. Untuk mengtahui bagaimana implementasi Undang – undang No 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan di Apotek Kota Bengkulu, 2. Untuk mengetahui bagaimana implementasi Undang – undang No 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan di Apotek Kota Bengkulu Perspektif Siyasah Dusturiyah. Jenis Penelitian ini adalah metode yuridis empiris dengan Pendekatan Kasus (Case approach). Data dikumpulkan melalui Observasi (pengamatan), wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data utama adalah observasi dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan mendeskripsikan hasil wawancara dengan Badan Pengelolahan Obat dan Makanan ( BPOM ) Kota Bengkulu, Apotek Bengkulu dan Masyarakat Kota Bengkulu. Berdasarkan Hasil Penelitian menunjukan bahwa Badan Pengelolahan Obat dan Makanan ( BPOM ) Kota Bengkulu telah menerapkan Undang - Undang no 17 Tahun 2023 Pasal 320 Tentang Kesehatan serta melakukan sosiolisasi kepada pihak apotek maupun kepada masyarakat secara berskalah walaupun belum terlaksana dengan baik, dengan demikian pihak dari Badan Pengelolahan Obat dan Makanan ( BPOM ) Kota Bengkulu telah melakukaniupaya idalam menangani pelanggran tersebut di buktikan dengan pemeriksaan yang dilakukan secara berskala dan inspeksi mendadak terhadap apotek yang diangap beresiko melakukan pelanggaran. Dari v Perspektif Siyasah Dustūriyyah, dapat disimpulkan bahwa praktik tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar tata kelola pemerintahan yang ideal dalam Islam. prinsip ini menekankan pentingnya negara dalam membentuk dan menegakkan hukum demi menjaga kemaslahatan umat ( maslaha ammah), termasuk dalam aspek kehidupan masyarakat, Undang-undang Kesehatan No 17 Tahun 2023 yang mengatur ketat distribusi obat keras menjadi wujud nyata pelaksanaan fungsi negara dalam melindungi kemaslahatan jiwa ( hif al-nafs ) dan mencegah kerusakan yang lebih luas ( dar’al-mafasid ). tidak hanya itu penegakan hukum secara adil dan tegas merupakan bagian dari tanggung jawab penguasa ( wally al- amr ) dan pelaksanaan di bidang teknis untuk menjamin stabilitas, keadilan dan keselamatan masyarakat.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIPEmail
Thesis advisorMiinudin, Miinudin196806051988031003UNSPECIFIED
Thesis advisorRidha, Ahmad Siddiq199503202023211021UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: apotek, implementasi, obat keras, siyasah dusturiyah, undang-undang
Subjects: Syari'ah > Hukum Tata Negara
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Tatanegara
Depositing User: Yuli Astria
Date Deposited: 04 May 2026 02:38
Last Modified: 04 May 2026 02:38
URI: http://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/6233

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year