Suryohandayani, Driya (2026) POLIGAMI DAN KEADILAN GENDER PADA KOMUNITAS SALAFI DI KECAMATAN PADANG JAYA KABUPATEN BENGKULU UTARA PERSPEKTIF MAQASID SYARI’AH. Magister (S2) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
|
Text
HALAMAN DEPAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (566kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (765kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (345kB) |
|
|
Text
BAB V DAN DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (270kB) |
|
|
Text (Tesis)
Driya Suryohandayani_2323680012.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Poligami adalah perkawinan seorang suami dengan lebih dari seorang isteri dalam waktu yang bersamaan. Mampu bersikap adil adalah syarat yang harus dipenuhi dalam praktik poligami. Menurut Undang-Undang Perkawinan sebelum melakukan poligami pelaku poligami harus terlebih dahulu memperoleh izin dari Peradilan Agama, hal ini sesuai dengan prinsip keadilan. Namun dalam praktiknnya, poligami sering menimpulkan polemik terutama dari sisi keadilan gender, sebab adanya budaya patriarki yang kental di Indonesia. Komunitas Salafi yang berkembang pesat di Kecamatan Padang Jaya adalah salah satu komunitas yang melaksanakan praktik poligami dengan cara nikah sirri yang tidak sejalan dengan prinsip keadilan. Tekanan finansial dan permasalahan-permasalahan dalam rumah rentan resiko KDRT fisik maupun psikologis terhadap istri serta kurang terpenuhinya nafkah istri dan anak. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana praktik poligami poligami pada komunitas Salafi di Kecamatan Padang Jaya Kabupaten Bengkulu Utara, 2) Bagaimana praktik poligami dan keadilan gender pada Komunitas Salafi di Kecamatan Padang Jaya Kabupaten Bengkulu Utara perspektif maqosid syari‟ah. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menganalisis praktik poligami pada komunitas Salafi di Kecamatan Padang Jaya Kabupaten Bengkulu Utara. 2) Untuk menganalisis kesesuaian praktik poligami dan prinsip keadilan gender yang dilakukan oleh Komunitas Salafi di Kecamatan Padang Jaya Kabupaten Bengkulu Utara ditinjau dari teori maqosid syari‟ah. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan yaitu penelitian dengan mendatangi objek penelitian dengan menggunakan metode wawancara dan analisis data. Adapun pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Praktik poligami pada komunitas salafi lebih mengutamakan legalitas syar‟i secara tekstual dan mengesampingkan legalitas formal kenegaraan menunjukkan ketidak mampuan berlaku adil dan tidak selaras dengan prinsip keadilan gender 2) Praktik poligami yang tidak didasari dengan urgensi maqosid syari‟ah yang jelas akan rawan tidak KDRT fisik maupun psikis, kekurangan pemenuhan nafkah dan perceraian.
| Item Type: | Thesis (Magister (S2)) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Poligami, Keadilan, Gender, maqosid syari‟ah. | ||||||||||||
| Subjects: | Pascasarjana > Ahwal Al-syakhshiyah | ||||||||||||
| Divisions: | Pascasarjana > Ahwal Al-syakhshiyah (S2) | ||||||||||||
| Depositing User: | furqon adli | ||||||||||||
| Date Deposited: | 20 Aug 2026 08:24 | ||||||||||||
| Last Modified: | 20 Aug 2026 08:24 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/6396 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
Download Statistics
Download Statistics