PERNIKAHAN SEPOYANG DAN SANKSI HUKUMMYA PERSPEKTIF URF DAN SOSIOLOGI HUKUM ISLAM (Studi Masyarakat Desa Lubuk Banyau Kecamatan Padang Jaya Kabupaten Bengkulu Utara)

Downloads

Downloads per month over past year

ANGGRAINI, VARIKA (2026) PERNIKAHAN SEPOYANG DAN SANKSI HUKUMMYA PERSPEKTIF URF DAN SOSIOLOGI HUKUM ISLAM (Studi Masyarakat Desa Lubuk Banyau Kecamatan Padang Jaya Kabupaten Bengkulu Utara). Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.

[img] Text
BAB 1.pdf

Download (370kB)
[img] Text
BAB 2.pdf

Download (580kB)
[img] Text
BAB 3.pdf

Download (186kB)
[img] Text
BAB 5.pdf

Download (345kB)
[img] Text
VARIKA ANGGRAINI_2111110066.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
[img] Text
Depan.pdf

Download (902kB)

Abstract

Pernikahan Sepoyang Dan Sanksi Hukumnya Perspektif ‘Urf Dan Sosiologi Hukum Islam (Studi Masyarakat Desa Lubuk Banyau Kecematan Padang Jaya Kabupaten Bengkulu Utara) Varika Anggraini NIM 2111110066 Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terjadinya praktik pernikahan sepoyang di Desa Lubuk Banyau, Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara, meskipun dalam hukum adat terdapat larangan dan sanksi terhadap pelakunya. Permasalahan muncul karena adanya perbedaan pandangan antara hukum adat yang melarang dan memberikan sanksi, dengan hukum Islam yang tidak secara mutlak mengharamkan pernikahan sepupu selama tidak termasuk dalam kategori mahram. Rumusan masalah dalam penelitian (1) Bagaimana sanksi hukum pernikahan sepoyang di Desa Lubuk Banyau (2) Bagaimana pandangan ʿurf terhadap pernikahan sepoyang di Desa Lubuk Banyau (3) Bagaimana pandangan sosiologi hukum Islam terhadap pernikahan sepoyang di Desa Lubuk Banyau Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menjelaskan bentuk dan pelaksanaan sanksi hukum adat terhadap pernikahan sepoyang (2) Menganalisis pernikahan sepoyang berdasarkan perspektif ʿurf (3) Menganalisis praktik pernikahan sepoyang dalam perspektif sosiologi hukum Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan normatif dan sosiologis. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Sanksi adat terhadap pelaku pernikahan sepoyang berupa sanksi moral, ritual pecah periuk, pembayaran mas kutei, dan penyembelihan kambing, namun pelaksanaannya bersifat fleksibel (2) Dalam perspektif ʿurf, praktik ini termasuk ʿurf ṣaḥīḥ karena tidak bertentangan dengan ketentuan syariat Islam selama tidak melanggar batasan mahram (3) Dalam perspektif sosiologi hukum Islam, praktik pernikahan sepoyang mencerminkan vi vi adanya hubungan timbal balik antara hukum Islam dan adat, di mana keduanya berjalan beriringan dalam kehidupan sosial masyarakat.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIPEmail
Thesis advisorSuwarjin, Suwarjin196904021999031004UNSPECIFIED
Thesis advisorGiyarsi, Giyarsi199108222019032006UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Pernikahan Sepoyang, Sanksi Adat, ‘Urf, Sosiologi Hukum Islam
Subjects: Syari'ah > Hukum Keluarga Islam
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Dr Syahril Syahril
Date Deposited: 03 Sep 2026 08:22
Last Modified: 03 Sep 2026 08:22
URI: https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/6862

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year