PEMANFAATAN BARANG GADAI DI DESA GUNUNG KAYA KECAMATAN PADANG GUCI HILIR KABUPATEN KAUR PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

Downloads

Downloads per month over past year

BIANSYAH, TOPATI MILTA (2026) PEMANFAATAN BARANG GADAI DI DESA GUNUNG KAYA KECAMATAN PADANG GUCI HILIR KABUPATEN KAUR PERSPEKTIF HUKUM ISLAM. Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.

[img] Text
DEPAN.pdf

Download (560kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (497kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (515kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (337kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (198kB)
[img] Text
TOPATI MILTA BIANSYAH_2111120048.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Praktik gadai (rahn) banyak dimanfaatkan masyarakat sebagai solusi ekonomi, termasuk di Desa Gunung Kaya. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan pemanfaatan barang gadai oleh penerima gadai (murtahin) tanpa izin pemilik barang (rahin), sehingga menimbulkan persoalan etis dan hukum dalam perspektif hukum Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk pemanfaatan barang gadai oleh murtahin serta menilai kesesuaiannya dengan prinsipprinsip hukum Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi terhadap pelaku gadai, tokoh agama, serta aparatur desa. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif dengan pendekatan normatifteologis yang merujuk pada Al-Qur‟an, hadis, ijma‟ ulama, dan fatwa DSN-MUI tentang rahn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pemanfaatan barang gadai di Desa Gunung Kaya didominasi oleh penggunaan lahan pertanian, kebun, dan kendaraan oleh murtahin untuk kepentingan pribadi tanpa adanya kesepakatan tertulis maupun izin tegas dari rahin. Seluruh hasil pemanfaatan barang gadai tersebut dinikmati oleh murtahin tanpa diperhitungkan sebagai pengurang utang rahin. Praktik ini dilakukan berdasarkan kebiasaan turuntemurun dan hubungan kepercayaan, bukan atas dasar akad yang jelas. Kondisi tersebut bertentangan dengan prinsip hukum Islam karena akad rahn hanya memberikan hak menahan barang gadai, bukan memanfaatkannya, kecuali atas izin sah dari rahin. Pemanfaatan sepihak tersebut berpotensi mengandung unsur riba, gharar, dan ketidakadilan. Meskipun demikian, ditemukan sebagian kecil praktik gadai yang telah sesuai dengan prinsip ta‟awun, yaitu pemanfaatan barang gadai dilakukan atas izin rahin secara jelas dan disepakati bersama sejak awal akad.Kata Kunci : Barang Gadai, Perspektif Hukum Islam

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIPEmail
Thesis advisorGusmansyah, Wery198202122011011009UNSPECIFIED
Thesis advisorMayang, Risfiana199305112020122012UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Rahn, Barang Gadai, Hukum Islam, Murtahin
Subjects: Syari'ah > Hukum Ekonomi Syari'ah
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Ekonomi Syari'ah
Depositing User: Muhammad Yusrizal
Date Deposited: 23 Sep 2026 01:11
Last Modified: 23 Sep 2026 01:11
URI: https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/7273

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year