FADHILA, NELTA ELVA (2026) FENOMENA MARRIAGE DECLINE PADA GENERASI MILENIAL DAN GENERASI ZOOMERS PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA ISLAM (Studi Netnografi Di Media Sosial Tiktok dan X). Magister (S2) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
|
Text
DEPAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (490kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (735kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (481kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (366kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (3MB) |
|
|
Text
NELTA ELVA FADHILA_2423680025.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena marriage decline di Indonesia melalui diskursus digital pada platform TikTok dan X (Twitter), serta meninjau fenomena tersebut dalam perspektif hukum keluarga Islam. Fenomena ini menjadi krusial mengingat data BPS menunjukkan angka pemuda yang belum menikah mencapai titik tertinggi dalam satu dekade terakhir. Menggunakan metode netnografi, penelitian ini mengumpulkan dua belas unit data dari akun opinion leaders dan agregator selama periode 2024–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diskursus marriage decline didorong oleh empat isu dominan: kekhawatiran ekonomi, trauma psikologis, ketegangan peran gender, dan tekanan sosial-struktural. Temuan paling kritis mengungkapkan adanya pergeseran paradigmatik di mana mayoritas pengguna media sosial memframing pernikahan semata sebagai kalkulasi untung-rugi atau lifestyle choice, dan mulai meninggalkan pemaknaan pernikahan sebagai ibadah (niṣf aldīn). Dalam perspektif hukum keluarga Islam, fenomena ini dianalisis menggunakan teori kafā'ah sebagai kerangka utama, didukung oleh istiṭā'ah dan maqāṣid alsharī'ah. Analisis kafā'ah mengungkap terjadinya distorsi hierarki nilai: kafā'ah al-māl (kesepadanan finansial) mendominasi dan menggusur kafā'ah al-dīn (kesepadanan agama dan akhlak) sebagai kriteria primer, sebuah pergeseran yang bertentangan dengan instruksi normatif hadis fadzfar bidzāti al-dīn. Distorsi ini turut melahirkan inflasi standar istiṭā'ah yang bergeser dari kebutuhan pokok (dharuriyyat) menuju standar gaya hidup (tahsiniyyat), serta penggunaan maqāṣid al-sharī'ah secara parsial yang mengabaikan ḥifẓ al-nasl dan ḥifẓ al-dīn. Penelitian ini menyimpulkan bahwa marriage decline di ruang digital merupakan hasil interaksi kompleks antara tekanan struktural, konstruksi sosial digital, dan pendangkalan literasi keagamaan tentang hakikat pernikahan dalam Islam.
| Item Type: | Thesis (Magister (S2)) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Marriage Decline, Netnografi, Media Sosial, Kafā'ah, Istiṭā'ah, Maqāṣid al-Sharī'ah. | ||||||||||||
| Subjects: | Pascasarjana > Ahwal Al-syakhshiyah | ||||||||||||
| Divisions: | Pascasarjana > Ahwal Al-syakhshiyah (S2) | ||||||||||||
| Depositing User: | furqon adli | ||||||||||||
| Date Deposited: | 23 Sep 2026 05:58 | ||||||||||||
| Last Modified: | 23 Sep 2026 05:58 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/7295 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
Download Statistics
Download Statistics