PUTRI, ANGGUN AMILIA (2026) FUNGSI DAN TUGAS KEPOLISIAN DALAM PENANGULANGAN DAN PENCEGAHAN KENAKALAN REMAJA BERDASARKAN UUD NO 2 TAHUN 2002 DI TINJAU DARI PERSPEKTIF SIYASAH TANFIDZIYAH DI KABUPATEN BENGKULU SELATAN. Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
|
Text
DEPAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (560kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (612kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (460kB) |
|
|
Text
ANGGUN AMILIA PUTRI_2223150052.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Penelitian ini membahas tentang penanggulangan dan pencegahan kenakalan remaja berdasarkan Pasal 13 UndangUndang Nomor 2 Tahun 2002 perspektif siyasah tanfidziyah di Kabupaten Bengkulu Selatan. Fenomena kenakalan remaja seperti tawuran, balap liar, penyalahgunaan narkoba, dan pelanggaran ketertiban umum menjadi persoalan sosial yang memerlukan perhatian serius dari aparat Kepolisian, pemerintah daerah, keluarga, serta masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam upaya penanggulangan dan pencegahan kenakalan remaja berdasarkan Pasal 13 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 serta menelaah implementasinya dalam perspektif siyasah tanfidziyah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari Polres Bengkulu Selatan, Kapolsek Kota Manna, pemerintah kecamatan, Satpol PP, Dinas Sosial, Dinas Pemuda dan Olahraga, serta Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Bengkulu Selatan. Data dianalisis menggunakan metode analisis kualitatif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi tugas Kepolisian dalam penanggulangan dan pencegahan kenakalan remaja di Kabupaten Bengkulu Selatan telah dilakukan melalui upaya preventif, represif, dan preemtif. Upaya preventif dilakukan melalui penyuluhan hukum, pembinaan remaja, patroli keamanan, dan kerja sama dengan sekolah serta masyarakat. Upaya represif dilakukan melalui penindakan terhadap pelaku kenakalan remaja sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Sedangkan upaya preemtif dilakukan melalui pendekatan persuasif dan pembinaan sosial keagamaan. Dalam perspektif xi siyasah tanfidziyah, pelaksanaan tugas Kepolisian tersebut merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menjaga kemaslahatan masyarakat, menciptakan ketertiban umum, dan melindungi generasi muda dari perilaku menyimpang. Namun demikian, pelaksanaan penanggulangan kenakalan remaja masih menghadapi hambatan berupa kurangnya pengawasan keluarga, pengaruh lingkungan sosial, serta keterbatasan koordinasi antar lembaga
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Kenakalan Remaja, Kepolisian, Pasal 13 UU No. 2 Tahun 2002, Siyasah Tanfidziyah | ||||||||||||
| Subjects: | Syari'ah > Hukum Tata Negara | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Tatanegara | ||||||||||||
| Depositing User: | Dr Syahril Syahril | ||||||||||||
| Date Deposited: | 23 Sep 2026 07:40 | ||||||||||||
| Last Modified: | 23 Sep 2026 07:40 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/7319 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
Download Statistics
Download Statistics