KRESNASARI, AMELIA (2026) ANALISIS PERTIMBANGAN HAKIM TERHADAP PENOLAKAN ITSBAT NIKAH DI PENGADILAN AGAMA BENGKULU PERSPEKTIF MAQASHID SYARIAH. Magister (S2) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
|
Text
DEPAN.pdf Download (884kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (499kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (655kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (345kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (319kB) |
|
|
Text
AMELIA KRESNASARI_2423680011.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Penelitian ini menganalisis pertimbangan hakim terhadap penolakan itsbat nikah di Pengadilan Agama Bengkulu dalam perspektif maqaṣhid syariah. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih banyaknya perkawinan yang tidak tercatat secara administratif, yang berdampak pada ketidakpastian status hukum perkawinan, anak, dan hak-hak keperdataan. Penelitian ini mengkaji Penetapan Pengadilan Agama Bengkulu Nomor 125/Pdt.P/2024/PA.Bn, 147/Pdt.P/2024/PA.Bn, 110/Pdt.P/2025/PA.Bn, dan 144/Pdt.P/2025/PA.Bn yang seluruhnya berisi penolakan itsbat nikah dengan alasan hukum yang berbeda. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Sumber data terdiri dari data primer berupa penetapan pengadilan, data sekunder berupa peraturan perundang-undangan dan literatur hukum, serta data tersier berupa kamus hukum dan sumber referensi lain yang relevan. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan menafsirkan norma hukum dan mengaitkannya dengan prinsip maqhasid syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan hakim dalam keempat penetapan tersebut cenderung berorientasi pada pendekatan normatif-positivistik dengan menitikberatkan pada pemenuhan rukun dan syarat perkawinan berdasarkan Kompilasi Hukum Islam dan Undang-Undang Perkawinan. Dasar pertimbangan hakim dalam menolak permohonan meliputi ketidakjelasan wali nikah (125/Pdt.P/2024/PA.Bn), belum terpenuhinya syarat usia dan dispensasi (147/Pdt.P/2024/PA.Bn), ketidaksesuaian saksi (110/Pdt.P/2025/PA.Bn), serta praktik poligami tanpa izin pengadilan (144/Pdt.P/2025/PA.Bn). Dalam perspektif maqaṣhid syariah, sebagian putusan dinilai telah mencerminkan perlindungan keadilan dan kepastian hukum, khususnya dalam perkara poligami tanpa izin. Namun sebagian lainnya belum sepenuhnya mempertimbangkan aspek kemaslahatan substantif, terutama perlindungan keturunan (ḥifẓ al-nasl), kehormatan (ḥifẓ al-„irdh), dan kepentingan terbaik bagi perempuan dan anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat ketegangan antara kepastian hukum formal dan perlindungan hukum substantif dalam penanganan perkara itsbat nikah di Pengadilan Agama Bengkulu.
| Item Type: | Thesis (Magister (S2)) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | itsbat nikah, pertimbangan hakim, maqāṣid syariah, Pengadilan Agama Bengkulu, hukum perkawinan. | ||||||||||||
| Subjects: | Pascasarjana > Ahwal Al-syakhshiyah | ||||||||||||
| Divisions: | Pascasarjana > Ahwal Al-syakhshiyah (S2) | ||||||||||||
| Depositing User: | furqon adli | ||||||||||||
| Date Deposited: | 28 Sep 2026 03:36 | ||||||||||||
| Last Modified: | 28 Sep 2026 03:36 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/7458 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
Download Statistics
Download Statistics