Afrianty, Nora (2026) IMPLEMENTASI KEWENANGAN WALI PEMASYARAKATAN DALAM PROGRAM PEMBINAAN NARAPIDANA BERDASARKAN PASAL 40 UNDANG UNDANG NO 22 TAHUN 2022 TENTANG PEMASYARAKATAN PERSPEKTIF SIYASAH TANFIDZIYAH (Studi pada Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIB Bengkulu). Magister (S2) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
|
Text
BAB I.pdf Download (256kB) |
|
|
Text
DEPAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (267kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (256kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (166kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (190kB) |
|
|
Text
NORA AFRIANTY_2423760014.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya peran Wali Pemasyarakatan dalam mendukung keberhasilan pembinaan narapidana, khususnya narapidana perempuan yang memiliki kebutuhan pembinaan yang lebih kompleks. Meskipun secara normatif kewenangan tersebut telah diatur, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai kendala yang memengaruhi efektivitas pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kewenangan Wali Pemasyarakatan dalam program pembinaan narapidana berdasarkan Pasal 40 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, serta meninjaunya dari perspektif Siyasah Tanfidziyah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIB Bengkulu. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif, yuridis normatif, serta menggunakan kerangka Siyasah Tanfidziyah untuk menilai aspek keadilan, amanah, dan tanggung jawab dalam pelaksanaan kewenangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kewenangan Wali Pemasyarakatan telah berjalan, namun belum optimal. Hal ini dipengaruhi oleh ketidakseimbangan rasio petugas dengan narapidana, keterbatasan sumber daya manusia, minimnya fasilitas pendukung, serta belum adanya regulasi teknis terbaru pasca berlakunya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022. Selain itu, pendekatan pembinaan terhadap narapidana perempuan belum sepenuhnya berbasis kebutuhan gender. Dari perspektif Siyasah Tanfidziyah, pelaksanaan kewenangan tersebut belum sepenuhnya mencerminkan prinsip amanah, keadilan, dan profesionalitas dalam pengelolaan otoritas publik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan penguatan kebijakan, peningkatan kapasitas petugas, serta pembaruan regulasi untuk mendukung optimalisasi peran Wali Pemasyarakatan dalam mencapai tujuan pemasyarakatan yang berkeadilan dan berorientasi pada rehabilitasi.
| Item Type: | Thesis (Magister (S2)) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Wali Pemasyarakatan, Pembinaan Narapidana, Siyasah Tanfidziyah | ||||||||||||
| Subjects: | Pascasarjana > Hukum Tata Negara | ||||||||||||
| Divisions: | Pascasarjana > Hukum Tata Negara (S2) | ||||||||||||
| Depositing User: | Dr Syahril Syahril | ||||||||||||
| Date Deposited: | 05 Oct 2026 08:36 | ||||||||||||
| Last Modified: | 05 Oct 2026 08:36 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/7711 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
Download Statistics
Download Statistics