HAQ, AHMAD HIFDZIL (2026) TRANSFORMASI ADAB PESANTREN DARI KULTUR NORMATIF MENUJU STRUKTUR EPISTEMOLOGIS TA’DIB (Studi Pembentukan Mental Attitude Santri di Pondok Pesantren Makrifatul Ilmi Bengkulu Selatan). Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
|
Text
COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (389kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (874kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (365kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (427kB) |
|
|
Text
AHMAD HIFDZIL HAQ_2111770004.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh krisis reduksi makna pedagogis, di mana adab sering kali dipahami secara sempit sebatas kepatuhan terhadap tata tertib lahiriah (kultur normatif). Pemaknaan yang berhenti pada domain konvensional sosial ini melahirkan kepatuhan yang rapuh dan rentan disorientasi ketika pengawasan institusional dihilangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis anatomi kultur normatif, proses transformasi kesadaran santri menuju struktur epistemologis ta'dib, serta perannya dalam mengkristalkan mental attitude santri di Pondok Pesantren Makrifatul Ilmi Bengkulu Selatan. Melalui pendekatan kualitatif jenis studi kasus, data dikumpulkan menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi partisipatoris, dan studi dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif-kritis menggunakan pisau bedah Sosiologi Kelembagaan, Social Domain Theory, Transformative Learning, dan Filsafat Ta’dib. Hasil penelitian menemukan tiga simpulan utama. Pertama, pada fase awal (baseline), wujud adab direduksi menjadi kultur normatif melalui ekosistem total institution (jadwal rigid, penggeledahan, dan sanksi ta'zir), yang memproduksi ketaatan ragawi bersifat heteronom. Kedua, transformasi adab terjadi melalui dialektika perombakan perspektif makna santri. Otentisitas keteladanan kiai yang humanis dan ikhlas bertindak sebagai katalisator yang memindahkan kepatuhan normatif menuju struktur epistemologis ta'dib, di mana aturan direkonstruksi maknanya sebagai jalan keberkahan ilmu. Ketiga, integrasi antara pendisiplinan jasmaniah dan kesadaran batiniah tersebut secara empiris berhasil mengkristalkan mental attitude yang autentik. Santri dan alumni mencapai otonomi moral mutlak (surveillance independence) yang termanifestasi dalam bentuk kemandirian, kesederhanaan, dan ketaatan ibadah yang beroperasi secara otomatis (menjadi malakah/habitus) di tengah masyarakat luas. Sebagai sumbangsih pemikiran (novelty), penelitian ini merumuskan Model Eskalasi Epistemologis Ta‟dib (MEET). Model ini menegaskan bahwa otonomi moral sejati tidak dapat dicapai secara instan, melainkan wajib mendaki tiga anak tangga eskalasi: subordinasi fisik (normatif), transformasi makna melalui keteladanan (proses), dan otonomi spiritual (ta'dib).
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) | ||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Adab, Kultur Normatif, Transformasi Pembelajaran, Ta‟dib, Mental Attitude. | ||||||||||||||||
| Subjects: | Tarbiyah dan Tadris > Pendidikan Agama Islam | ||||||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Tadris > Pendidikan Agama Islam | ||||||||||||||||
| Depositing User: | john hendri | ||||||||||||||||
| Date Deposited: | 07 Oct 2026 02:52 | ||||||||||||||||
| Last Modified: | 07 Oct 2026 02:52 | ||||||||||||||||
| URI: | https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/7922 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
Download Statistics
Download Statistics