FATIKA, DELLA (2026) NISYĀN PERSPEKTIF SAYYID QUṬB DAN RELEVANSINYA TERHADAP SIFAT MANUSIAWI DAN SPIRITUALITAS. Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
|
Text
DEPAN.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (358kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (678kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (754kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (445kB) |
|
|
Text
DELLA FATIKA_2423420022.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Penelitian ini membahas konsep nisyān dalam Al-Qur‟an berdasarkan penafsiran Sayyid Quṭb dalam Fi Ẓilāl al-Qur‟ān serta relevansinya terhadap spiritualitas manusia. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kecenderungan pemahaman nisyān yang sering dipersempit sebagai lupa dalam arti kognitif, padahal Al-Qur‟an memuat makna yang lebih dalam dan kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna nisyān menurut Sayyid Quṭb serta implikasinya terhadap kesadaran spiritual dan orientasi hidup manusia. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan tafsir tematik (mawḍū„ī), menggunakan sumber utama berupa Fi Ẓilāl al-Qur‟ān karya Sayyid Quṭb, serta didukung oleh literatur tafsir dan karya ilmiah yang relevan. Ayat-ayat Al-Qur‟an yang mengandung konsep nisyān dianalisis secara mendalam untuk menyingkap dimensi makna, konteks, dan pesan spiritual yang dikandungnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nisyān dalam perspektif Sayyid Quṭb tidak dapat dipahami semata-mata sebagai lupa karena kelemahan ingatan, melainkan lebih dominan dimaknai sebagai kelalaian eksistensial dan spiritual, yaitu sikap berpaling secara sadar dari Allah, ayat-ayat-Nya, dan orientasi akhirat. Nisyān sering kali lahir dari keterputusan antara pengetahuan dan kesadaran moral, yang berimplikasi pada kemerosotan spiritual, hilangnya arah hidup, dan rusaknya tatanan moral. Namun demikian, Al-Qur‟an juga menampilkan nisyān yang bersifat manusiawi (nisyān insānī), sebagaimana dalam kisah Nabi Adam, yang lahir dari kelemahan tekad dan diikuti oleh tobat serta penerimaan kembali dari Allah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa nisyān memiliki relevansi yang sangat erat dengan spiritualitas manusia. Semakin kuat kelalaian terhadap Allah, semakin rapuh kondisi spiritual seseorang. Sebaliknya, kesadaran, zikir, dan keterhubungan yang berkelanjutan dengan Allah merupakan fondasi utama bagi ix spiritualitas yang sehat dan bermakna. Dengan demikian, konsep nisyān berfungsi sebagai peringatan fundamental dalam Al Qur‟an agar manusia senantiasa menjaga kesadaran ruhani dalam menjalani kehidupan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Nisyān, Sayyid Quṭb, Fi Ẓilāl Al-Qur‟ān, Spiritualitas, Tafsir Al-Qur‟an. | ||||||||||||
| Subjects: | Ushuluddin, Adab dan Dakwah > Ilmu Al-qur`an Dan Tafsir | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah > Ilmu Al-qur`an Dan Tafsir | ||||||||||||
| Depositing User: | furqon adli | ||||||||||||
| Date Deposited: | 08 Oct 2026 02:27 | ||||||||||||
| Last Modified: | 08 Oct 2026 02:27 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/8013 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
Download Statistics
Download Statistics