PRATAMA, APRIZAL (2026) ANALISIS GANTI RUGI DALAM SEWA MENYEWA ALAT OUTDOOR PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH (STUDI KASUS DI KOTA BENGKULU). Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
|
Text
1.DEPAN COVER.pdf Download (786kB) |
|
|
Text
2. BAB I (1).pdf Download (368kB) |
|
|
Text
3. BAB II (1).pdf Download (560kB) |
|
|
Text
4.BAB III.pdf Download (402kB) |
|
|
Text
6. BAB V DAN DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (392kB) |
|
|
Text
APRIZAL PRATAMA -2223120074.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh praktik sewa menyewa alat outdoor di Kota Bengkulu yang berpotensi menimbulkan sengketa ganti rugi akibat ketidakjelasan akad dan penetapan ganti rugi secara sepihak. Kondisi tersebut dapat mengandung unsur gharar (ketidakjelasan) dan zalim yang bertentangan dengan prinsip Hukum Ekonomi Syariah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana praktik sewa menyewa alat outdoor di Kota Bengkulu dan bagaimana perspektif Hukum Ekonomi Syariah terhadap praktik sewa menyewa alat outdoor di Kota Bengkulu, serta menganalisis praktik ganti rugi dalam sewa menyewa alat outdoor di Kota Bengkulu melalui konsep ijarah, dhaman, dan ta'widh. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan metode studi kasus dan pendekatan kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian meliputi tiga penyedia jasa sewa alat outdoor di Kota Bengkulu, yaitu Toko Abang Petualang, Toko Antik Outdoor, dan Toko YD Outdoor. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpul.Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik sewa menyewa alat outdoor di Kota Bengkulu pada umumnya telah memenuhi unsur dasar akad ijarah, yaitu adanya pihak yang berakad, objek sewa, manfaat yang diberikan, serta imbalan (ujrah). Namun, pelaksanaan akad dan mekanisme ganti rugi pada ketiga toko belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip Hukum Ekonomi Syariah. Dari aspek ijarah, hanya Toko YD Outdoor yang telah memiliki ketentuan tertulis, sedangkan Toko Abang Petualang dan Toko Antik Outdoor masih mengandalkan kesepakatan lisan sehingga berpotensi menimbulkan gharar. Dari aspek ta'widh, seluruh toko menetapkan nominal ganti rugi secara tetap tanpa memperhitungkan besarnya kerugian riil, sehingga belum mencerminkan prinsip keadilan. Selain itu, Toko Abang Petualang dan Toko Antik Outdoor masih membebankan kerusakan akibat faktor alam (amr samawi) kepada penyewa, padahal menurut fikih tanggung jawab ganti rugi hanya dibebankan kepada pihak yang melakukan kelalaian (tafrit) atau tindakan melampaui batas (ta'addi). Oleh karena itu, pelaku usaha disarankan menyusun akad tertulis yang jelas dan menetapkan ganti rugi berdasarkan tingkat kerusakan yang sebenarnya agar sesuai dengan prinsip Hukum Ekonomi Syariah.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Sewa Menyewa Alat Outdoor, Ganti Rugi, Ijarah, Ta'widh, Hukum Ekonomi Syariah. | ||||||||||||
| Subjects: | Syari'ah > Hukum Ekonomi Syari'ah | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Ekonomi Syari'ah | ||||||||||||
| Depositing User: | Muhammad Yusrizal | ||||||||||||
| Date Deposited: | 09 Oct 2026 00:53 | ||||||||||||
| Last Modified: | 09 Oct 2026 00:53 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/8102 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
Download Statistics
Download Statistics