TRIONO, HELBET (2026) LAMARAN BATAL AKIBAT UANG HANTARAN DALAM PERSPEKTIF NORMATIF, FILOSOFIS DAN SOSIOLOGIS DI KECAMATAN ILIR TALO KABUPATEN SELUMA. Magister (S2) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
|
Text
HALAMAN DEPAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (398kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (595kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (370kB) |
|
|
Text
BAB V DAN DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (261kB) |
|
|
Text
HELBET TRIONO_ 2223680002.pdf Download (2MB) |
Abstract
Masalah yang akan diangkat dalam penelitian ini yaitu: 1) Bagaimana terjadinya lamaran batal akibat uang hantaran di Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma ?. 2) Bagaimana analisis normatif, filosofis dan sosiologis terhadap lamaran batal akibat uang hantaran di Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma?. Jenis penelitian ini adalah yuridis (hukum), yang dibagi tiga hukum yaitu normatif,filosofis, dan sosiologis, bentuknya field research (penelitian lapangan), Peneliti mengunjungi objek penelitian di Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma sebagai objek penelitian. Teknis analisis data menggunakan: (a). reduksi data (data reduction), (b). penyajian data (data display), (c). Penarikan kesimpulan atau verifikasi (conclutions). Penelitian ini menyimpulkan Bahwa: 1. Lamaran batal akibat uang hantaran di Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma terjadi bukan semata-mata karena tingginya nominal uang hantaran, tetapi merupakan akibat dari interaksi berbagai faktor yang saling memengaruhi seperti tuntutan tambahan di luar hasil musyawarah, tingkat pendidikan calon mempelai perempuan, status sosial keluarga, serta adanya tekanan dari keluarga besar untuk mempertahankan gengsi dan kehormatan keluarga di tengah masyarakat. 2. Dalam perspektif normatif, lamaran batal dibolehkan karena peminangan belum menimbulkan akibat hukum, namun pelaksanaannya harus tetap menjaga etika, kemaslahatan, dan hubungan kekeluargaan. Dalam perspektif filosofis, penentuan uang hantaran yang berlebihan belum mencerminkan nilai keadilan, kemaslahatan, dan maqashid syariah karena berpotensi menghambat perkawinan dan membebani salah satu pihak. Dalam perspektif sosiologis, uang hantaran merupakan living law yang hidup dalam masyarakat Serawai, tetapi mengalami perubahan makna akibat dinamika sosial, ekonomi, pendidikan, dan orientasi nilai masyarakat. Oleh karena itu, pelaksanaan tradisi uang hantaran perlu dikembalikan pada nilai musyawarah, keadilan, dan kemaslahatan agar tetap selaras dengan tujuan adat dan syariat.
| Item Type: | Thesis (Magister (S2)) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Lamaran Batal, Uang Hantaran, Perspektif Normatif, Filosofis dan Sosiologis | ||||||||||||
| Subjects: | Pascasarjana > Ahwal Al-syakhshiyah | ||||||||||||
| Divisions: | Pascasarjana > Ahwal Al-syakhshiyah (S2) | ||||||||||||
| Depositing User: | Dr Syahril Syahril | ||||||||||||
| Date Deposited: | 09 Oct 2026 07:38 | ||||||||||||
| Last Modified: | 09 Oct 2026 07:38 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/8117 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
Download Statistics
Download Statistics