Fariz, Muhammad Ghani Al Fariz (2026) MAKNA KEBEBASAN MENURUT IBNU ARABI DAN RELEVANSINYA TERHADAP KEBEBASAN TUHAN DAN MANUSIA. Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
|
Text
COVER DLL (Recovered).pdf Download (991kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (772kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (549kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (271kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (98kB) |
|
|
Text
SKRIPSI GHANI.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Persoalan relasi antara kehendak Tuhan yang mutlak dan kebebasan manusia merupakan tema klasik yang terus diperdebatkan dalam tradisi kalam Islam, mulai dari Mu'tazilah, Asy'ariyah, Maturidiyah, hingga tasawuf falsafi. Di antara para pemikir yang menawarkan jalan keluar atas ketegangan tersebut adalah Ibnu Arabi, yang mendekati persoalan ini bukan dari kerangka teologis, melainkan dari basis ontologi wahdatul wujud (kesatuan wujud). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis makna kebebasan menurut Ibnu Arabi serta relevansinya terhadap relasi antara kehendak Tuhan dan kebebasan manusia. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan konseptual-filosofis. Sumber data primer yang digunakan adalah Fusus al-Hikam karya Ibnu Arabi, dilengkapi sumber data sekunder berupa Futuhat al-Makkiyah serta literatur akademik lain yang relevan. Data dianalisis menggunakan metode analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, konsep kebebasan Ibnu Arabi melampaui dikotomi tradisional antara determinis mutlak (jabar) dan kehendak bebas (qadar); melalui doktrin wahdatul wujud, kebebasan manusia dan determinasi ilahi dipahami bukan sebagai dua kategori yang saling meniadakan, melainkan sebagai dua aspek dari satu realitas yang sama, di mana kehendak manusia yang autentik merupakan manifestasi dari Kehendak Ilahi itu sendiri. Kedua, relasi antara kebebasan Tuhan dan kebebasan manusia bersifat saling melengkapi, bukan kompetitif; Kehendak Ilahi yang absolut tidak meniadakan kebebasan manusia, melainkan justru menjadi syarat yang memungkinkan kebebasan itu bermakna. Ketiga, meskipun kehendak mutlak berada di tangan Tuhan, manusia tetap memikul tanggung jawab moral yang nyata atas perbuatan dan struktur sosial yang dibentuknya, sehingga pemikiran Ibnu Arabi tidak terjerumus pada fatalisme syariat.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Kebebasan, Ibnu Arabi, Wahdatul Wujud, Kehendak Tuhan, Kebebasan Manusia | ||||||||||||
| Subjects: | Ushuluddin, Adab dan Dakwah > Aqidah dan Filsafat Islam | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah > Aqidah dan Filsafat Islam | ||||||||||||
| Depositing User: | john hendri | ||||||||||||
| Date Deposited: | 21 Oct 2026 01:14 | ||||||||||||
| Last Modified: | 21 Oct 2026 01:14 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/8286 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
Download Statistics
Download Statistics