ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA DALAM “NOVEL SANG NABI KARYA KAHLIL GIBRAN”

Downloads

Downloads per month over past year

OLDHONARE, PRIONE (2026) ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA DALAM “NOVEL SANG NABI KARYA KAHLIL GIBRAN”. Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.

[img] Text
HALAMAN DEPAN.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (355kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (342kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (323kB)
[img] Text
BAB V DAN DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (206kB)
[img] Text (Skripsi)
PRIONE OLDHONARE_1911340012.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (7MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pandangan bahwa karya sastra bukan sekadar estetika, melainkan juga mencerminkan realitas sosial dan dinamika kehidupan masyarakat pada masa penciptaannya. Novel Sang Nabi karya Kahlil Gibran, yang terbit pada 1923, merepresentasikan konflik nilai antara tradisi dan modernitas serta menyampaikan kritik sosial melalui gagasan tokoh utamanya, Almustafa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk resistensi yang dilakukan Almustafa serta faktor-faktor yang melatarbelakangi resistensi tersebut dari perspektif sosiologi sastra. Metode penelitian yang digunakan bersifat kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research) dan teknik analisis isi (content analysis). Data dikumpulkan melalui studi pustaka dan dianalisis secara deskriptif-interpretatif dengan mengacu pada konsep resistensi dalam teori sosiologi sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resistensi tokoh utama muncul dalam tiga aspek utama. Pertama, resistensi intelektual, tercermin melalui gagasangagasan yang menantang norma dan konvensi masyarakat. Kedua, resistensi sosial, ditunjukkan oleh sikap Almustafa yang tidak sepenuhnya mengikuti norma sosial yang kaku dan struktur kekuasaan yang menekan. Ketiga, resistensi spiritual, yang terejawantahkan dalam pandangan keagamaan yang terbuka, inklusif, dan menekankan hubungan manusia dengan alam serta sesamanya. Faktor-faktor yang memicu resistensi meliputi tekanan dari kelompok berkuasa, konflik nilai budaya antara tradisi lokal dan pengaruh eksternal, serta dorongan moral tokoh utama untuk membebaskan manusia dari ketidakadilan dan kebodohan. Novel ini, dengan demikian, tidak hanya memiliki nilai estetis, tetapi juga berfungsi sebagai media refleksi sosial dan kritik terhadap ketimpangan masyarakat. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa resistensi Almustafa merupakan wujud kritik sosial yang relevan pada masa penulisan dan tetap penting untuk memahami dinamika perubahan sosial hingga saat ini. Novel ini menunjukkan bagaimana sastra dapat menjadi sarana edukatif, transformatif, dan reflektif terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIPEmail
Thesis advisorKhoiri, Qolbi198107202007101003UNSPECIFIED
Thesis advisorZikri, M198609032019031005UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Sang Nabi, Kahlil Gibran, Sosiologi Sastra
Subjects: Ushuluddin, Adab dan Dakwah > Bahasa Dan Sastra Arab
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah > Bahasa Dan Sastra Arab
Depositing User: furqon adli
Date Deposited: 19 Aug 2026 01:23
Last Modified: 19 Aug 2026 01:23
URI: https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/6362

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year