ARDYANSYAH, WHENDY JETMI (2025) PENERIMAAN DIRI REMAJA KORBAN BULLYING DI SMA NEGERI 10 SELUMA. Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
|
Text
DEPAN.pdf Download (794kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (252kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (301kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (208kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (209kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
SKRIPSI WHENDY JETMI ARDYANSYAH NIM 2111320014.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Whendy Jetmi Ardyansyah, Nim : 2111320014 Penerimaan Diri Remaja Korban Bullying Di Sma Negeri 10 Seluma Pembimbing I : Sugeng Sejati.MM. dan Pembimbing II : Hermi Pasmawati.M.Pd.Kons Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman siswa korban bullying di SMA Negeri 10 Seluma dengan fokus pada aspek penerimaan diri, perilaku sosial, reaksi terhadap perlakuan teman, serta dukungan dan hambatan dalam proses pemulihan psikologis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan informan tiga siswa korban bullying dan satu guru Bimbingan dan Konseling (BK). Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. hasil penelitian menunjukkan bahwa pada awalnya korban bullying mengalami penurunan kepercayaan diri, rasa cemas, dan kecenderungan menarik diri. Namun, melalui pendampingan konseling, dukungan teman sebaya, serta keterlibatan dalam kegiatan positif, siswa mulai membangun penerimaan diri dan kepercayaan diri yang lebih baik. secara teoritis, hasil penelitian ini memperkuat teori Self Acceptance dari Carl Rogers yang menekankan konsep congruence, yaitu kesesuaian antara diri nyata (real self) dan diri ideal (ideal self). Pada tahap awal, korban bullying mengalami incongruence karena adanya jarak antara citra diri yang rusak akibat bullying dan harapan diri yang ideal. kondisi ini menimbulkan ketegangan emosional dan penolakan terhadap diri sendiri. namun, melalui proses refleksi diri dan dukungan lingkungan yang positif, siswa mulai menerima realitas diri apa adanya hingga mencapai congruence. Dukungan tanpa syarat (unconditional positive regard) dari guru BK menciptakan kondisi psikologis yang aman untuk mengeksplorasi diri dan memaafkan pengalaman masa lalu. Penerimaan diri yang tumbuh juga berkontribusi pada peningkatan self-worth dan psychological adjustment. dengan demikian, penerimaan diri korban bullying terbentuk melalui interaksi antara refleksi individu dan dukungan lingkungan ix sekolah yang empatik, yang bersama-sama memperkuat pemulihan psikologis dan perkembangan kepribadian siswa.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Bullying, penerimaan diri, bimbingan konseling | ||||||||||||
| Subjects: | Ushuluddin, Adab dan Dakwah > Bimbingan Dan Konseling Islam | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah > Bimbingan Dan Konseling Islam | ||||||||||||
| Depositing User: | Dr Syahril Syahril | ||||||||||||
| Date Deposited: | 31 Aug 2026 03:37 | ||||||||||||
| Last Modified: | 31 Aug 2026 03:37 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/6605 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
Download Statistics
Download Statistics