HUTOMO, M ARIF (2026) SIKSA KUBUR DAN KRISIS RASIO FILM SIKSA KUBUR (KRITIK TERHADAP TAQLID DAN RASIONALITAS PERSPEKTIF MUHAMMAD ABDUH). Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
|
Text
COVER.pdf Download (845kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (368kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (867kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (346kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (501kB) |
|
|
Text
M ARIF HUTOMO NIM 222344001_.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penyakit umat muslim yang masih terjadi hingga saat ini yakni fenomena krisis rasio dalam memahami ajaran keimanan, khususnya terkait konsep siksa kubur yang kerap diterima secara taqlid tanpa kajian rasional. Film Siksa Kubur menjadi objek kajian karena merepresentasikan konflik antara kepercayaan, mitologi, dan pencarian kebenaran melalui akal. Adapun rumusan masalah penelitian ini yang pertama adalah bagaimana konsep siksa kubur dalam film tersebut, dan yang kedua bagaimana krisis rasio yang ditampilkan serta relevansinya dengan konsep taqlid dan rasionalitas menurut Muhammad Abduh. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan konsep siksa kubur dalam film “Siksa Kubur” serta menganalisis krisis rasio yang muncul dengan mengaitkannya pada pemikiran Abduh tentang pentingnya penggunaan akal dalam beragama. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif komparatif melalui studi kepustakaan (library research), serta analisis isi terhadap narasi film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Siksa Kubur merepresentasikan siksa kubur sebagai konstruksi keimanan yang dipengaruhi oleh ketakutan kolektif dan transmisi tradisi tanpa verifikasi rasional. Krisis rasio tampak dalam perilaku tokoh dan masyarakat yang cenderung menerima doktrin secara taqlid, sehingga memicu tindakan ekstrem dan irasional. Dalam perspektif Muhammad Abduh, kondisi ini bertentangan dengan prinsip Islam yang menjunjung tinggi keseimbangan antara akal dan wahyu. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pemahaman keimanan, termasuk siksa kubur, tidak seharusnya didasarkan pada taqlid buta, melainkan melalui pendekatan rasional yang tetap berlandaskan wahyu. Dengan demikian, integrasi antara akal dan iman menjadi kunci dalam menghindari krisis rasio dalam kehidupan beragama.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Siksa Kubur, Krisis Rasio, Taqlid, Rasionalitas, Muhammad Abduh | ||||||||||||
| Subjects: | Ushuluddin, Adab dan Dakwah > Aqidah dan Filsafat Islam | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah > Aqidah dan Filsafat Islam | ||||||||||||
| Depositing User: | merdansyah merdansyah | ||||||||||||
| Date Deposited: | 04 Sep 2026 02:14 | ||||||||||||
| Last Modified: | 04 Sep 2026 02:14 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/6892 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
Download Statistics
Download Statistics