Ansori, Rahmad (2025) MUHASABAH PERSPEKTIF AL-QUSYAIRI (Studi Tafsīr Laṭāʾif al-Ishārāt). Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
|
Text
DEPAN.pdf Download (818kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (366kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (376kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (326kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (256kB) |
|
|
Text
RAHMAD ANSORI_2223420033.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Skripsi ini membahas muhasabah perspektif Al-Qusyairi melalui penafsiran sufistiknya Tafsīr Laṭāʾif al-Ishārāt. Penekanan penelitian ini adalah bagaimana pandangan Al-Qusyairi mengenai muhasabah sebagai proses spiritual untuk mengevaluasi dan memperbaiki diri sesuai dengan ajaran Al-Qur‟an. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan hakikat muhasabah menurut Al-Qusyairi, bentukbentuk praktik muhasabah dalam kehidupan ruhani, serta relevansinya dalam kehidupan modern. Jenis penelitian ini adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif, menggunakan metode studi tokoh Tafsīr. Data dikumpulkan melalui telaah ayat-ayat Al-Qur‟an yang berkaitan dengan muhasabah, kemudian dianalisis berdasarkan penafsiran sufistik Al-Qusyairi dan didukung dengan literatur dari bidang tasawuf serta ilmu-ilmu Al-Qur‟an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Al-Qusyairi, muhasabah merupakan bentuk refleksi batin yang dilakukan seorang hamba untuk menilai keikhlasan dan kualitas amalnya, sekaligus sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah. Dalam hasil penelitian ini, muhasabah dibagi ke dalam 3 bentuk: sebelum amal, yaitu menilai niat dan kesiapan sebelum berbuat; saat amal, yaitu menjaga kesadaran ruhani agar terhindar dari sikap riya dan kelalaian; dan setelah amal, yaitu mengkaji kembali amal yang telah dilakukan untuk mengetahui dampak dan penerimaannya dalam hati. Relevansi muhasabah dalam pandangan Al-Qusyairi terlihat dari perannya dalam membangun kesadaran akan keterbatasan diri di hadapan Allah, menanamkan sikap tawaduk, menjaga kemurnian niat, serta membiasakan hidup dalam pengawasan spiritual. Dengan muhasabah, seorang penempuh jalan spiritual dapat membersihkan jiwa dan mendekatkan diri kepada Allah secara lebih mendalam, sehingga praktik ini menjadi bagian penting dalam pembinaan karakter dan kehidupan rohani.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Muhasabah, Al-Qusyairi, Tafsīr Laṭāʾif al-Ishārā | ||||||||||||
| Subjects: | Ushuluddin, Adab dan Dakwah > Ilmu Al-qur`an Dan Tafsir | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah > Ilmu Al-qur`an Dan Tafsir | ||||||||||||
| Depositing User: | Muhammad Yusrizal | ||||||||||||
| Date Deposited: | 04 Sep 2026 08:02 | ||||||||||||
| Last Modified: | 04 Sep 2026 08:02 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/6938 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
Download Statistics
Download Statistics