PERAN KOMISI PERLINDUNGAN ANAK INDONESIA (KPAI) TERHADAP ANAK KORBAN PERCERAIAN PERSPEKTIF MAQASHID SYARIAH (Studi di DP3AP2KB Kota Bengkulu)

Downloads

Downloads per month over past year

Agustiawan, Kiki (2025) PERAN KOMISI PERLINDUNGAN ANAK INDONESIA (KPAI) TERHADAP ANAK KORBAN PERCERAIAN PERSPEKTIF MAQASHID SYARIAH (Studi di DP3AP2KB Kota Bengkulu). Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.

[img] Text
HALAMAN DEPAN.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (436kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (622kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (153kB)
[img] Text
BAB V DAN DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (287kB)
[img] Text (Skripsi)
KIKI AGUSTIAWAN_2111110008.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (8MB)

Abstract

Ada dua persoalan yang dikaji dalam Skripsi ini yaitu bagaimana peran KPAI terhadap anak korban perceraian di DP3AP2KB Kota Bengkulu dan bagaimana maqashid syari‟ah memandang peran tersebut ? Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini yaitu bahwa peran KPAI terhadap anak korban perceraian di DP3AP2KB Kota Bengkulu, yaitu: 1) Peninjauan kasus perceraian orang tua; 2) Melakukan mediasi dengan orang tua tentang hak asuh anak; 3) Melakukan pendampingan psikologis bekerjasama dengan psikolog anak; 4) Melakukan kolaborasi (kerjasama) dengan berbagai pihak atau lembaga yang bertanggung jawab terhadap kesejahteraan anak korban perceraian; 5) Melakukan penegakan hukum yang tegas apabila terjadi pelanggaran hukum terhadap anak korban perceraian; dan 6) Melakukan edukasi kepada kedua orangtua yang bercerai serta sosialisasi kepada masyarakat. Sedangkan peran KPAI terhadap anak korban perceraian di DP3AP2KB Kota Bengkulu dalam perspektif maqashid syari‟ah, yaitu: 1) KPAI melakukan peninjauan kasus perceraian orang tua, hal ini sesuai dengan prinsip perlindungan terhadap keturunan (hifdz an-nasb); 2) KPAI melakukan mediasi dengan orang tua tentang hak asuh anak, hal ini sesuai dengan prinsip perlindungan terhadap keturunan (hifdz an-nasb), jiwa (hifdz an-nafs), dan harta (hifdz al-maal); 3) KPAI melakukan pendampingan psikologis bekerjasama dengan psikolog anak, hal ini sesuai dengan prinsip perlindungan terhadap akal (hifdz al-‘aql) dan jiwa (hifdz annafs); 4) KPAI melakukan kolaborasi (kerjasama) dengan berbagai pihak atau lembaga yang ikut bertanggung jawab vi terhadap kesejahteraan anak korban perceraian, hal ini sesuai dengan prinsip perlindungan terhadap akal (hifdz al-‘aql) dan jiwa (hifdz an-nafs); 5) KPAI melakukan penegakan hukum yang tegas apabila terjadi pelanggaran hukum terhadap anak korban perceraian, hal ini sesuai prinsip perlindungan terhadap akal (hifdz al-‘aql) dan jiwa (hifdz an-nafs); dan 6) KPAI melakukan edukasi kepada kedua orangtua yang bercerai serta sosialisasi kepada masyarakat, hal ini sesuai dengan prinsip perlindungan terhadap akal (hifdz al-‘aql) dan jiwa (hifdz an-nafs).

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIPEmail
Thesis advisorRohmadi, Rohmadi197307122006042001UNSPECIFIED
Thesis advisorGivarsi, Givarsi199108222019032006UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: KPAI, Anak Korban Perceraian, Maqashid Syari’ah.
Subjects: Syari'ah > Hukum Keluarga Islam
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Dr Syahril Syahril
Date Deposited: 01 Sep 2026 08:29
Last Modified: 01 Sep 2026 08:29
URI: https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/6770

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year