UTAMA, PERAN SAPUTRA (2026) ANALISIS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2002 TENTANG KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TERHADAP PROFESIONALISME POLISI DALAM PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA ASUSILA DI POLDA BENGKULU PERSPEKTIF FIQIH SIYASAH. Magister (S2) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
|
Text
DEPAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (598kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (433kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (177kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (261kB) |
|
|
Text
PERAN SAPUTRA UTAMA__2423760032.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia terhadap profesionalisme polisi dalam penanggulangan tindak pidana asusila di Kota Bengkulu serta meninjaunya dari perspektif fiqih siyasah. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya kompleksitas tindak pidana asusila yang menuntut kinerja aparat kepolisian yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada keadilan, serta pentingnya integrasi nilai-nilai hukum Islam dalam praktik penegakan hukum. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan aparat kepolisian serta pihak terkait di Kota Bengkulu. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan mengkaji kesesuaian antara norma hukum positif yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 dengan praktik di lapangan, serta membandingkannya dengan prinsip-prinsip fiqih siyasah seperti keadilan („adl), kemaslahatan (maslahah), dan amanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profesionalisme polisi dalam penanggulangan tindak pidana asusila di Kota Bengkulu secara umum telah berjalan sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002, namun masih terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta faktor budaya masyarakat yang mempengaruhi pelaporan kasus. Dari perspektif fiqih siyasah, pelaksanaan tugas kepolisian tersebut telah mencerminkan nilai-nilai dasar seperti keadilan dan kemaslahatan, namun masih perlu ditingkatkan dalam aspek integritas, transparansi, dan perlindungan terhadap korban. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa implementasi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 memiliki peran penting dalam membentuk profesionalisme polisi, namun diperlukan upaya peningkatan kualitas aparat dan penguatan nilai-nilai etika berbasis fiqih siyasah agar penanggulangan tindak pidana asusila dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkeadilan.
| Item Type: | Thesis (Magister (S2)) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Profesionalisme Polisi, Tindak Pidana Asusila, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002, Fiqih Siyasah, Polda Bengkulu. | ||||||||||||
| Subjects: | Pascasarjana > Hukum Tata Negara | ||||||||||||
| Divisions: | Pascasarjana > Hukum Tata Negara (S2) | ||||||||||||
| Depositing User: | merdansyah merdansyah | ||||||||||||
| Date Deposited: | 04 Sep 2026 01:46 | ||||||||||||
| Last Modified: | 04 Sep 2026 01:46 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/6882 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
Download Statistics
Download Statistics