KOMARIAH, KOMARIAH (2026) ZIHAR DALAM AL-QUR’AN PERSPEKTIF TAFSIR ṢAFWAT AL-TAFĀSĪR. Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
|
Text
COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (883kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (856kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (649kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (525kB) |
|
|
Text
KOMARIAH_2223420021.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Skripsi ini mengkaji penafsiran ayat-ayat tentang ẓihār dalam AlQur’an dan relevansinya terhadap keadilan gender sebagaimana dijelaskan dalam Tafsir Ṣafwat al-Tafāsīr karya Muhammad ‘Alī al-Ṣābūnī. Permasalahan ẓihār merupakan salah satu bentuk ketidakadilan yang pernah terjadi dalam masyarakat Arab pra Islam, di mana perempuan diperlakukan secara tidak adil dalam konteks hubungan rumah tangga. Al-Qur’an kemudian menolak praktik tersebut dan menetapkan ketentuan hukum yang lebih adil bagi kedua belah pihak. Dalam konteks ini, penelitian penting dilakukan untuk menelusuri bagaimana penafsiran al-Ṣābūnī memahami makna ẓihār dan nilai-nilai keadilan gender yang terkandung di dalamnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penafsiran Ṣafwat al-Tafāsīr terhadap ayat-ayat ẓihār, menganalisis prinsip-prinsip keadilan gender yang tercermin dalam tafsir tersebut, serta menilai relevansinya dengan isu kesetaraan dan perlindungan hak perempuan dalam konteks sosial modern. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kitab tafsir (tafsir study). Data primer diperoleh dari Tafsir Ṣafwat al-Tafāsīr, sementara data sekunder bersumber dari literatur tafsir klasik dan kontemporer, karya-karya tentang keadilan gender dalam Islam, serta hasil penelitian ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan dengan pendekatan adabī-ijtima‘ī (sastra-sosial), yang menekankan aspek moral, sosial, dan kemaslahatan dalam memahami teks Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Ṣābūnī menafsirkan ayat-ayat tentang ẓihār sebagai bentuk koreksi moral dan sosial terhadap budaya patriarki yang merugikan perempuan. Menurutnya, larangan ẓihār dalam AlQur’an bertujuan untuk menegakkan keadilan, menjaga kehormatan perempuan, dan memperkuat nilai-nilai kasih sayang serta tanggung jawab dalam rumah tangga. Kesimpulan penelitian x ini menegaskan bahwa penafsiran al-Ṣābūnī dalam Ṣafwat alTafāsīr memberikan kontribusi penting dalam membangun paradigma keadilan gender dalam Islam yang berlandaskan nilainilai Qur’ani, humanis, dan kontekstual terhadap tantangan zaman modern. Dengan demikian, Tafsir Ṣafwat al-Tafāsīr dapat dijadikan salah satu rujukan dalam memahami ajaran Islam yang inklusif, berkeadilan, dan menghargai martabat perempuan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Ẓihār Dalam Al-Qur’ān, Tafsīr, Studi Tokoh, Muhammad ‘Alī al-Ṣābūnī | ||||||||||||
| Subjects: | Ushuluddin, Adab dan Dakwah > Ilmu Al-qur`an Dan Tafsir | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah > Ilmu Al-qur`an Dan Tafsir | ||||||||||||
| Depositing User: | Muhammad Yusrizal | ||||||||||||
| Date Deposited: | 11 Sep 2026 02:45 | ||||||||||||
| Last Modified: | 11 Sep 2026 02:45 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/7080 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
Download Statistics
Download Statistics