Maryana, Siska (2026) KEBAHAGIAAN PERSPEKTIF BERTRAND RUSSELL DAN IMPLIKASINYA TERHADAP MASYARAKAT MODERN. Magister (S2) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
|
Text
DEPAN.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (365kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (483kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (260kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (420kB) |
|
|
Text
SISKA MARYANA_2423560001.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Kebahagiaan merupakan salah satu tujuan dan selalu menjadi tujuan akhir yang ingin dicapai oleh setiap individu yang menjalani kehidupan ini. Kebahagiaan sangat penting karena memberikan dampak positif dalam berbagai aspek. Kebahagiaan yang dituju bukan hanya sebatas pada perasaan subjektif seperti halnya senang atau gembira sebagai aspek emosional semata, namun lebih mendalam dan objektif menyangkut pengembangan keseluruh aspek kemanusiaan setiap individu. Namun, kebahagiaan di era modern seringkali terhambat meskipun dikelilingi oleh berbagai macam kemudahan dan limpahan materi, tetap tidak menjamin seseorang akan mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya. Maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami makna kebahagiaan seorang tokoh filsuf modern Bertrand Russell yang selaras dengan apa yang sedang dibutuhkan masyarakat modern saat ini untuk memperoleh kebahagiaan dan implikasi dari pemikirannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian studi pustaka dengan pendekatan kualitatif. Kebahagiaan menunut perspektif pemikiran Bertrand Russell yaitu bahwa kebahagiaan merupakan sebuah pencapaian yang bersifat aktif dan objektif, bukan sekadar keadaan emosional yang pasif. Bertrand Russell mengemukakan bahwa kebahagiaan sejati hanya dapat dicapai ketika seorang individu berhasil menghilangkan sifat egoisme yang mengurung dirinya dalam kecemasan, rasa bersalah, dan persaingan semu. Dengan mengalihkan perhatian dari introspeksi diri yang berlebihan menuju peran serta yang aktif dengan dunia luar. Masyarakat yang bahagia, menurut perspektif Bertrand Russell, bukan lahir dari individuindividu yang mengejar kekuasaan, melainkan oleh mereka yang mempunyai keberanian untuk menjadi diri sendiri dan dapat memberikan kasih sayang secara bebas. Sehingga implikasi ini membawa pesan penting bagi tatanan sosial modern bahwa kemajuan sebuah peradaban tidak hanya diukur dari pencapaian teknologinya, melainkan dari sejauh mana masyarakatnya mampu membentuk lingkungan yang mendukung spontanitas, kreativitas, dan ketenangan batin setiap anggotanya.
| Item Type: | Thesis (Magister (S2)) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Kebahagiaan, Bertrand Russell, Masyarakat Modern | ||||||||||||
| Subjects: | Pascasarjana > Filsafat Agama | ||||||||||||
| Depositing User: | Dr Syahril Syahril | ||||||||||||
| Date Deposited: | 17 Sep 2026 07:04 | ||||||||||||
| Last Modified: | 17 Sep 2026 07:11 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/7175 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
Download Statistics
Download Statistics