Putri, Pera Peli (2026) GAMBARAN SELF-REWARD PADA SANDWICH GENERATION DI DESA BAYAU KECAMATAN PENDOPO KABUPATEN EMPAT LAWANG. Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
|
Text
DEPAN.pdf Download (952kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (212kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (228kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (193kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (315kB) |
|
|
Text
PERA PELI PUTRI_2223320016.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk self-reward oleh sandwich generation dan menganalisis faktor penghambat sandwich generation dalam mengaplikasikan self-reward. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Informan dalam penelitian ada 8 informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk self-reward pada sandwich generation di Desa Bayau meliputi: alokasi waktu pribadi (me time) yang dilakukan pada waktu transisi demi pelepasan psikologis seperti bermain ponsel (scroll TikTok) atau sekadar duduk diam di teras rumah setelah pulang kerja; wisata lokal (healing) minim biaya untuk menumbuhkan rasa syukur seperti memancing di sungai, menikmati pemandangan sawah, atau berkendara jarak dekat; serta pembelian makanan atau barang sederhana sebagai bentuk apresiasi diri atas kerja keras agar mental tetap stabil di tengah rutinitas yang padat dan lelah berkerja (seperti bakso, seblak) atau rokok. Adapun faktor penghambat sandwich generation dalam mengaplikasikan self reward terdiri: Faktor internal, yaitu hambatan psikologis berupa perasaan bersalah (guilt trap), di mana informan merasa berdosa dan egois jika menggunakan uang untuk kesenangan pribadi (seperti membeli baju atau jajan) saat melihat kondisi keluarga sedang kesulitan. Sementara itu, faktor eksternal meliputi kondisi ekonomi bertahan hidup (survival mode) yang memaksa prioritas mutlak pada kebutuhan fisik (makan dan obat), serta adanya kontrol sosial berupa stigma negatif masyarakat (seperti label anak durhaka atau hidup boros) yang membuat informan cenderung menyembunyikan kebahagiaannya atau membatalkan niat self-reward demi menjaga citra sosial keluarga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bagi sandwich generation, self-reward bukanlah sekadar gaya hidup, melainkan mekanisme koping yang esensial untuk mencegah kelelahan mental (burnout), meskipun sering kali harus dikorbankan demi prioritas keluarga.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Self-Reward, Sandwich Generation, Me Time, Healing, Belanja, Guilt Trap, Survival Mode, Kontrol Sosial | ||||||||||||
| Subjects: | Ushuluddin, Adab dan Dakwah > Bimbingan Dan Konseling Islam | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah > Bimbingan Dan Konseling Islam | ||||||||||||
| Depositing User: | Dr Syahril Syahril | ||||||||||||
| Date Deposited: | 24 Sep 2026 08:48 | ||||||||||||
| Last Modified: | 24 Sep 2026 08:48 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/7365 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
Download Statistics
Download Statistics