PERAN KEPALA DESA DALAM MENYELESAIKAN KONFLIK AGRARIA DI DESA WESKUST KECAMATAN KEPAHIANG KABUPATEN KEPAHIANG BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA PERSPEKTIF SIYA SAH TANFIDZIYAH

Downloads

Downloads per month over past year

YURA, ANGELINA (2026) PERAN KEPALA DESA DALAM MENYELESAIKAN KONFLIK AGRARIA DI DESA WESKUST KECAMATAN KEPAHIANG KABUPATEN KEPAHIANG BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA PERSPEKTIF SIYA SAH TANFIDZIYAH. Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.

[img] Text
DEPAN.pdf

Download (731kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (397kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (378kB)
[img] Text
BAB V DAN DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (357kB)
[img] Text
ANGELINA YURA_2223150069.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Konflik agraria di Desa Weskust Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang muncul akibat adanya penyerobotan lahan perkebunan kopi untuk dijadikan jalan pribadi tanpa izin dari pemilik yang sah. Kondisi ini memicu perselisihan di tengah masyarakat serta menunjukkan lemahnya peran Kepala Desa dalam menangani konflik tersebut, padahal berdasarkan Undang Undang Nomor 6 Tahun 2014 Pasal 26 ayat (4) huruf k, kepala desa memiliki kewajiban menyelesaikan perselisihan masyarakat di desa. Rumusan masalah penelitian ini meliputi: 1. bagaimana peran kepala desa dalam menyelesaikan konflik agraria di Desa Weskust berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, dan 2. bagaimana tinjauan siyasah tanfidziyah terhadap peran kepala desa tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus empiris. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan kepala desa, pihak yang bersengketa, serta observasi dan dokumentasi di lapangan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif untuk menggambarkan praktik penyelesaian konflik secara faktual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepala Desa Weskust telah menjalankan perannya sebagai mediator dalam bentuk mediasi kekeluargaan dan musyawarah mufakat sesuai amanat Undang-Undang Desa. Namun, efektivitasnya masih rendah karena lemahnya tindak lanjut hasil kesepakatan dan ketidakpastian hukum terhadap putusan mediasi. Dari perspektif siyasah tanfidziyah, kepala desa telah mengimplementasikan nilai keadilan, musyawarah, dan kemaslahatan sebagaimana QS. Al Hujurat ayat 9 dan QS. An-Nisa ayat 58, meskipun masih ix diperlukan peningkatan ketegasan dan tindak lanjut yang lebih konkret.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIPEmail
UNSPECIFIEDAndiko, Toha197508272000031001UNSPECIFIED
UNSPECIFIEDRidha, Ahmad Siddiq19950320203211021UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Kepala Desa, Konflik Agraria, Siyasah Tanfidziyah, Mediasi.
Subjects: Syari'ah > Hukum Tata Negara
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Tatanegara
Depositing User: furqon adli
Date Deposited: 28 Sep 2026 01:10
Last Modified: 28 Sep 2026 01:10
URI: https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/7416

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year