Renita, Liza (2026) ANALISIS FUNGSI DAN MAKNA BAHASA PADA MANTRA PENGOBATAN TUNGGU PETUNGGU SEBAGAI SASTRA LISAN DI DESA LUBUK LINTANG KECAMATAN SELUMA KABUPATEN SELUMA. Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
|
Text
DEPAN.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (266kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (319kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (215kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (170kB) |
|
|
Text
SKRIPSI LIZA RENITA_2223290048_.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fungsi serta makna bahasa pada mantra pengobatan Tunggu Petunggu sebagai salah satu bentuk sastra lisan di Desa Lubuk Lintang, Kecamatan Seluma, Kabupaten Seluma. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih bertahannya praktik pengobatan tradisional yang menggunakan mantra di tengah perkembangan zaman, serta pentingnya pelestarian sastra lisan sebagai warisan budaya masyarakat. Fokus penelitian ini meliputi dua hal, yaitu fungsi bahasa dalam mantra pengobatan dan makna bahasa yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik dan semantik. Data penelitian berupa tuturan mantra yang digunakan dalam proses pengobatan Tunggu Petunggu serta hasil wawancara dengan informan yang terdiri dari dukun, tokoh adat, imam, dan masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mantra pengobatan Tunggu Petunggu memiliki enam fungsi bahasa, yaitu fungsi referensial, emotif, konatif, fatik, metalingual, dan puitik. Selain itu, ditemukan pula berbagai jenis makna bahasa, yaitu makna konseptual, konotatif, sosial, afektif, reflektif, kolokatif, dan tematik. Fungsi dan makna tersebut menunjukkan bahwa bahasa dalam mantra tidak hanya digunakan sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana penyampaian nilai-nilai budaya, kepercayaan, dan spiritual masyarakat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa mantra pengobatan Tunggu Petunggu merupakan bagian dari sastra lisan yang memiliki nilai linguistik dan budaya yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan upaya pelestarian terhadap tradisi ini agar tetap terjaga keberadaannya di tengah perkembangan zaman.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Fungsi Bahasa, Makna Bahasa, Mantra, Pengobatan Tradisional, Sastra Lisan | ||||||||||||
| Subjects: | Tarbiyah dan Tadris > Tadris Bahasa Indonesia | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Tadris > Tadris Bahasa Indonesia | ||||||||||||
| Depositing User: | Dr Syahril Syahril | ||||||||||||
| Date Deposited: | 05 Oct 2026 07:15 | ||||||||||||
| Last Modified: | 05 Oct 2026 07:15 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/7691 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
Download Statistics
Download Statistics