ANALISIS PUTUSAN PERCERAIAN TANPA PEMENUHAN PISAH TEMPAT TINGGAL KURANG DARI ENAM BULAN PERSPEKTIF MAQASHID SYARIAH (Studi Putusan Nomor: 8/Pdt.G/2024/PA.Bn)

Downloads

Downloads per month over past year

YUSTIKASARI, ERSANTI (2026) ANALISIS PUTUSAN PERCERAIAN TANPA PEMENUHAN PISAH TEMPAT TINGGAL KURANG DARI ENAM BULAN PERSPEKTIF MAQASHID SYARIAH (Studi Putusan Nomor: 8/Pdt.G/2024/PA.Bn). Magister (S2) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.

[img] Text
DEPAN.pdf

Download (2MB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (402kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (729kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (252kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (309kB)
[img] Text
ERSANTI YUSTIKASARI_2423680007.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pertimbangan Hakim Pengadilan Agama Bengkulu dalam Putusan Nomor 8/Pdt.G/2024/PA.Bn yang mengabulkan perceraian tanpa memenuhi ketentuan pisah tempat tinggal minimal enam bulan sebagaimana diatur dalam SEMA Nomor 3 Tahun 2023, serta meninjaunya dari perspektif maqashid al-syari‟ah. Ada dua persoalan yang di bahas dalam Tesis ini yaitu Bagaimana putusan perceraian tanpa pemenuhan pisah tempat tingal kurang dari enam bulan pada putusan nomor: 8/Pdt.G/2024/PA.Bn. dan Bagaimana putusan perceraian tanpa pemenuhan pisah tempat tingal kurang dari enam bulan pada putusan nomor: 8/Pdt.G/2024/PA.Bn perspektif maqashid syariah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), pendekatan yuridis normatif, dan pendekatan kasus (case approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim tetap mengabulkan perceraian meskipun para pihak baru berpisah selama dua bulan karena rumah tangga dinilai telah mengalami keretakan serius akibat perselisihan terus-menerus dan penelantaran pasangan yang sakit. Dalam putusan tersebut, batas waktu enam bulan dipandang hanya sebagai indikator, bukan syarat mutlak, sehingga hakim lebih mengedepankan keadilan substantif daripada formalitas hukum. Ditinjau dari perspektif maqashid al-syari‟ah, putusan ini mencerminkan perlindungan terhadap agama, jiwa, akal, dan harta (ḥifẓ al-dīn, ḥifẓ al-nafs, ḥifẓ al-„aql, dan ḥifẓ al-māl) demi mencegah kemudaratan yang lebih besar. Dengan demikian, hakim lebih mengedepankan keadilan substantif daripada sekadar terpaku pada batas waktu administratif.

Item Type: Thesis (Magister (S2))
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIPEmail
Thesis advisorYusmita, Yusmita187106241998032001UNSPECIFIED
Thesis advisorJulir, Nenan1975092522006042002UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Perceraian, Pisah Rumah, Pertimbangan Hakim dan Maqashid Syariah
Subjects: Pascasarjana > Ahwal Al-syakhshiyah
Divisions: Pascasarjana > Ahwal Al-syakhshiyah (S2)
Depositing User: Muhammad Yusrizal
Date Deposited: 06 Oct 2026 03:49
Last Modified: 06 Oct 2026 03:49
URI: https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/7817

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year