PELAKSANAAN PELAYANAN KESEHATAN WARGA BINAAN PERSPEKTIF SIYASAH TANFIZIYAH STUDI DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB BENGKULU

Downloads

Downloads per month over past year

Puspita, Larassati (2026) PELAKSANAAN PELAYANAN KESEHATAN WARGA BINAAN PERSPEKTIF SIYASAH TANFIZIYAH STUDI DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB BENGKULU. Magister (S2) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.

[img] Text
DEPAN.pdf

Download (2MB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (424kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (610kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (581kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (323kB)
[img] Text
LARASSATI PUSPITA_2423760015.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji pelaksanaan pelayanan kesehatan bagi warga binaan perempuan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIB Bengkulu ditinjau dari perspektif Siyasah Tanfiziyah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan yang signifikan antara norma hukum yang menjamin hak kesehatan narapidana dan realitas pelaksanaannya di lapangan, khususnya bagi warga binaan perempuan yang memiliki kebutuhan medis khusus terkait kesehatan reproduksi, kehamilan, dan menyusui. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan Kepala Lapas, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana (Kasi Binadik), petugas klinik, serta warga binaan; dilengkapi dengan observasi lapangan dan telaah dokumen. Lokasi penelitian adalah Lapas Perempuan Kelas IIB Bengkulu yang beralamat di Jalan WR. Supratman, Kota Bengkulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan di Lapas Perempuan Kelas IIB Bengkulu belum memenuhi standar yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan. Pelayanan masih bersifat reaktif dan kuratif, dengan hanya satu perawat harian dan dokter yang hadir dua kali seminggu. Warga binaan hamil dan menyusui tidak mendapatkan fasilitas yang layak, tidak ada ruang khusus, layanan antenatal rutin, maupun ruang laktasi. Program kesehatan jiwa praktis tidak berjalan. Terdapat enam kendala sistemik yang menghambat: kekurangan tenaga kesehatan, keterbatasan anggaran, minimnya sarana diagnostik, overcrowding, kurangnya sensitivitas gender, dan rendahnya kesadaran kesehatan warga binaan. Dalam perspektif Siyasah Tanfiziyah, kondisi tersebut mencerminkan belum terpenuhinya tiga kewajiban pokok pemerintah: perencanaan (al-takhthith), pelaksanaan (al-tanfiz), dan pengawasan (al muraqabah). Negara sebagai pemegang amanah wajib menjaga jiwa warga binaan berdasarkan prinsip hifz al-nafs dan menghilangkan segala bahaya berdasarkan kaidah "al-dlararu yuzal". Praktik pemborgolan saat persalinan yang ditemukan merupakan pelanggaran nyata terhadap karamah insaniyyah sebagaimana dijamin dalam QS. Al-Isra: 70.

Item Type: Thesis (Magister (S2))
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIPEmail
UNSPECIFIEDRohimin,, Rohimin,19640531991031001UNSPECIFIED
UNSPECIFIEDJulir, Nenan197509252006042002UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Pelayanan Kesehatan, Warga Binaan Perempuan, Lembaga Pemasyarakatan, Siyasah Tanfiziyah, Hak Kesehatan, Hifz al Nafs
Subjects: Pascasarjana > Hukum Tata Negara
Divisions: Pascasarjana > Hukum Tata Negara (S2)
Depositing User: furqon adli
Date Deposited: 08 Oct 2026 01:00
Last Modified: 08 Oct 2026 01:00
URI: https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/7971

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year