SARI, PIKA PUSPITA (2026) AL-‘ADL WA AL-I’TIDAL IBNU MISKAWAIH DAN RELEVANSINYA TERHADAP ETIKA BERMEDIA SOSIAL. Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
|
Text
DEPAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (447kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (410kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (452kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (351kB) |
|
|
Text
PIKA PUSPITA SARI_2111440005.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Penelitian ini membahas konsep al-‘adl wa al-i‘tidāl dalam pemikiran etika Ibnu Miskawaih serta relevansinya terhadap etika bermedia sosial, khususnya pada platform YouTube. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya fenomena ujaran kebencian (hate speech), komentar merendahkan, dan komunikasi digital yang cenderung emosional di media sosial. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya suatu landasan etika yang mampu mengarahkan perilaku pengguna media sosial agar lebih bijak, proporsional, dan bertanggung jawab dalam berkomunikasi di ruang digital. Oleh karena itu, pemikiran etika Ibnu Miskawaih mengenai al-‘adl dan al-i‘tidāl dipandang relevan untuk dianalisis dalam konteks etika bermedia sosial saat ini. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana konsep al-„adl wa ali„tidāl dalam pemikiran Ibnu Miskawaih, dan (2) bagaimana relevansi al-„adl wa al-i„tidāl terhadap etika bermedia sosial. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan deskriptifinterpretatif. Sumber primer penelitian ini adalah karya Ibnu Miskawaih Tahdzib al-Akhlak, sedangkan sumber sekundernya berupa buku, jurnal, artikel ilmiah, dan beberapa konten video YouTube yang berkaitan dengan etika komunikasi digital. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan metode deskriptif dan interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep al-‘adl dalam pemikiran Ibnu Miskawaih merupakan keadaan keseimbangan jiwa yang lahir dari harmonisasi antara akal, emosi, dan nafsu di bawah kendali rasionalitas. Sementara itu, ali„tidāl dipahami sebagai prinsip moderasi yang menjaga manusia dari sikap berlebihan (ifrāṭ) maupun kekurangan (tafrīṭ). Kedua konsep tersebut menjadi dasar lahirnya keutamaan akhlak dan membentuk perilaku yang proporsional serta harmonis dalam kehidupan sosial. Penelitian ini juga menemukan bahwa konsep al-„adl wa al-i„tidāl memiliki relevansi terhadap etika bermedia sosial di YouTube. Hal tersebut terlihat dari pentingnya penggunaan rasionalitas, pengendalian emosi, dan sikap moderat dalam menyampaikan komentar maupun pendapat di ruang digital. Komentar yang argumentatif dan proporsional mencerminkan prinsip al-„adl dan al-i„tidal, sedangkan komentar yang merendahkan dan menyerang pribadi menunjukkan dominasi emosi yang bertentangan dengan nilai-nilai etika Ibnu Miskawaih. Dengan demikian, konsep al-„adl wa al-i„tidal relevan dijadikan landasan etis dalam membangun komunikasi digital yang lebih adil, moderat, dan bertanggung jawab di era media sosial.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Al-‘Adl, Al-I‘tidal, Ibnu Miskawaih, Etika Bermedia Sosial | ||||||||||||
| Subjects: | Ushuluddin, Adab dan Dakwah > Aqidah dan Filsafat Islam | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah > Aqidah dan Filsafat Islam | ||||||||||||
| Depositing User: | Muhammad Yusrizal | ||||||||||||
| Date Deposited: | 08 Oct 2026 02:41 | ||||||||||||
| Last Modified: | 08 Oct 2026 02:41 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/8019 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
Download Statistics
Download Statistics