APRILIANTI, DIKA (2026) ETIKA DEONTOLOGI IMMANUEL KANT DAN KORELASINYA DALAM PENCEGAHAN PENYEBARAN HOAX DI TIKTOK. Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
|
Text
DEPAN.pdf Download (906kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (391kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (356kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (403kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (171kB) |
|
|
Text
DIKA APRILIANTI_2111440006.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat telah mengubah pola komunikasi masyarakat, terutama melalui media sosial seperti TikTok. Kemudahan dalam mengakses dan menyebarkan informasi seringkali tidak diiringi dengan kesadaran etis, sehingga memunculkan permasalahan berupa maraknya peneyebaran hoaks. Rendahnya tanggung jawab moral pengguna dalam memverifikasi kebenaran informasi menyebabkan dampak xiiinterpre seperti kesalahpahaman, konflik sosial, serta menurunnya kepercayaan publik terhadap informasi digital. Penelitian ini merumuskan dua permasalahan utama yaitu: (1) Bagaimana etika deontologi Immanuel Kant? (2) Bagaimana korelasi etika deontologi Immanuel Kant dalam pencegahan penyebaran hoax di TikTok? Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan etika deontologi Immanuel Kant serta menganalisis korelasinya dalam mencegah penyebaran hoaks di TikTok. Manfaat penelitian ini secara teoritis diharapkan dapat memperkaya kajian filsafat moral, khususnya etika deontologi, serta memberikan kontribusi dalam pengembangan etika komunikasi. Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi pengguna media sosial agar lebih bertanggung jawab dalam menyebarkan informasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan xiiinterpretative-normatif dan jenis penelitian kepustakaan (library research). Metode interpretasi digunakan untuk memahami secara mendalam konsep-konsep etika deontologi Immanuel Kant, seperti kehendak baik, imperatif kategoris, dan otonomi kehendak. Sementara itu, analisis normatif digunakan untuk menilai fenomena penyebaran hoaks di TikTok berdasarkan prinsip-prinsip etika deontologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika deontologi Immanuel Kant menempatkan kewajiban moral sebagai dasar utama dalam bertindak melalui konsep kehendak baik, imperatif kategoris, dan otonomi kehendak. Etika ini memiliki korelasi kuat dalam pencegahan penyebaran hoax di TikTok, karena menuntut individu menyampaikan informasi yang benar, bertindak rasional, dan tidak menjadikan hoax sebagai tindakan yang dapat dibenarkan secara universal. Dengan demikian, etika deontologi Immanuel Kant dapat menjadi landasan etis dalam membentuk kesadaran moral pengguna TikTok serta mencegah penyebaran hoax di ruang digital.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Etika Deontologi, Immanuel Kant, Hoaks, TikTok | ||||||||||||
| Subjects: | Ushuluddin, Adab dan Dakwah > Aqidah dan Filsafat Islam | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah > Aqidah dan Filsafat Islam | ||||||||||||
| Depositing User: | Muhammad Yusrizal | ||||||||||||
| Date Deposited: | 08 Oct 2026 03:21 | ||||||||||||
| Last Modified: | 08 Oct 2026 03:21 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/8039 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
Download Statistics
Download Statistics