PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DALAM KAMPANYE POLITIK TERHADAP PEMILU YANG LANGSUNG, UMUM, BEBAS, RAHASIA, JUJUR, DAN ADIL PERSPEKTIF SIYASAH TANFIDZIYAH (Studi Di Komisi Pemilihan Umum Dan Badan Pengawas Pemilu Provinsi Bengkulu)

Downloads

Downloads per month over past year

KARSIT, NURALAM WAHYUDIN (2026) PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DALAM KAMPANYE POLITIK TERHADAP PEMILU YANG LANGSUNG, UMUM, BEBAS, RAHASIA, JUJUR, DAN ADIL PERSPEKTIF SIYASAH TANFIDZIYAH (Studi Di Komisi Pemilihan Umum Dan Badan Pengawas Pemilu Provinsi Bengkulu). Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.

[img] Text
DEPAN.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (718kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (972kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (628kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (595kB)
[img] Text
NURALAM WAHYUDIN KARSIT_2223150171.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan media sosial sebagai sarana kampanye politik pada Pemilu 2024 yang memberikan kemudahan penyebaran informasi politik, namun juga memunculkan hoaks, kampanye hitam (black campaign), ujaran kebencian, dan disinformasi yang berpotensi mengganggu pelaksanaan Pemilu yang berasaskan LUBER dan JURDIL. Penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan media sosial dalam kampanye politik di Provinsi Bengkulu serta meninjaunya dari perspektif Siyasah Tanfidziyah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan yuridis empiris. Data diperoleh melalui wawancara terhadap 20 informan dari KPU dan Bawaslu Provinsi Bengkulu serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial menjadi instrumen utama kampanye politik karena mampu menjangkau masyarakat secara luas, cepat, dan efisien. KPU berperan dalam mengatur pelaksanaan kampanye digital, sedangkan Bawaslu mengawasi berbagai pelanggaran seperti hoaks, kampanye hitam, ujaran kebencian, dan pelanggaran masa tenang. Dalam perspektif Siyasah Tanfidziyah, penggunaan media sosial diperbolehkan sepanjang berlandaskan prinsip kemaslahatan, kejujuran, keadilan, dan transparansi serta tidak mengandung fitnah, ghibah, hasutan, maupun informasi palsu. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara penyelenggara pemilu, pemerintah, platform media sosial, dan masyarakat untuk mewujudkan pemilu yang demokratis dan berintegritas.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIPEmail
UNSPECIFIEDFahimah,, Iim197307122006042001UNSPECIFIED
UNSPECIFIEDRamlan, Ramlan196509141996031002UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Media Sosial, Kampanye Politik, Pemilu, LUBER JURDIL, Siyasah Tanfidziyah.
Subjects: Syari'ah > Hukum Tata Negara
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Tatanegara
Depositing User: furqon adli
Date Deposited: 19 Oct 2026 07:21
Last Modified: 19 Oct 2026 07:21
URI: https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/8222

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year