VIANI, OKTA (2026) MANAJEMEN MUTU GURU MADRASAH TSANAWIYAH DI KABUPATEN BENGKULU SELATAN. Magister (S2) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
|
Text
DEPAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (318kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (391kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (245kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (252kB) |
|
|
Text
OKTA VIANI_2423550013_.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Guru merupakan aktor utama dalam menentukan keberhasilan proses pembelajaran dan mutu pendidikan madrasah, sehingga mutu guru tidak hanya ditentukan oleh kompetensi individual, tetapi juga oleh sistem manajemen yang mengatur pembinaan guru secara berkelanjutan. Di Madrasah Tsanawiyah Kabupaten Bengkulu Selatan, upaya peningkatan mutu guru telah dilakukan melalui supervisi akademik, rapat evaluasi, dan keikutsertaan guru dalam MGMP, namun masih menghadapi kendala seperti keterbatasan anggaran, ketimpangan kesempatan pengembangan profesional, dan sistem evaluasi kinerja yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis manajemen Madrasah Tsanawiyah di Kabupaten Bengkulu Selatan, dan (2) menganalisis mutu guru Madrasah Tsanawiyah di Kabupaten Bengkulu Selatan, menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mengacu pada teori fungsi manajemen George R. Terry serta konsep Total Quality Management (TQM) Edward Sallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen mutu guru di MTsN 1 dan MTsN 2 Bengkulu Selatan telah dijalankan secara terpadu melalui empat fungsi manajemen yang bekerja sinergis: perencanaan bersifat partisipatif dalam penyusunan visi-misi dan RKM; pengorganisasian dijalankan melalui pembagian tugas yang jelas dan koordinasi yang transparan; pelaksanaan digerakkan melalui keteladanan kepemimpinan dan supervisi akademik; serta pengawasan dilakukan secara berlapis melalui monitoring digital dan tindak lanjut pembinaan yang terdokumentasi. Mutu guru, khususnya kompetensi pedagogik memahami karakteristik peserta didik, merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran yang aktif, teknologi informasi dan komunikasi, penilaian dan evaluasi, hasil penilaian, serta melakukan refleksi pembelajaran. Selain itu, kompetensi profesional, tercermin dari kemampuan guru dalam menguasai materi, mengembangkan bahan ajar, memanfaatkan teknologi pembelajaran, mengikuti pengembangan keprofesian, serta melakukan refleksi pembelajaran. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan fungsi manajemen yang terintegrasi berkontribusi signifikan terhadap peningkatan mutu guru madrasah, sejalan dengan prinsip TQM bahwa mutu pendidikan merupakan proses perbaikan berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Magister (S2)) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | manajemen mutu, guru madrasah, fungsi manajemen, Total Quality Management, Madrasah Tsanawiyah | ||||||||||||
| Subjects: | Pascasarjana > Manajemen Pendidikan Islam | ||||||||||||
| Divisions: | Pascasarjana > Manajemen Pendidikan Islam (S2) | ||||||||||||
| Depositing User: | furqon adli | ||||||||||||
| Date Deposited: | 20 Oct 2026 01:50 | ||||||||||||
| Last Modified: | 20 Oct 2026 01:50 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/8257 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
Download Statistics
Download Statistics