DANIA, PUTRI RAHMA (2026) STIGMA SOSIAL DAN INTERAKSI SOSIAL PENYANDANG TUBUH KERDIL (DWARFISME) DI DESA PALAK SIRING KECAMATAN KEDURANG KABUPATEN BENGKULU SELATAN. Undergraduate (S1) thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
|
Text
COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (351kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (551kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (275kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (293kB) |
|
|
Text
PUTRI RAHMA DANIA_2223270012.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih adanya stigma sosial yang dialami penyandang tubuh kerdil (dwarfisme) di lingkungan pedesaan yang memiliki relasi interpersonal intens. Stigma sosial tidak hanya berdampak pada kondisi psikologis individu, tetapi juga menghambat partisipasi dan interaksi sosial yang setara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) bentuk stigma sosial yang dialami penyandang dwarfisme; (2) proses interaksi sosial penyandang dwarfisme dan masyarakat; serta (3) upaya masyarakat dan tokoh desa dalam mengurangi stigma sosial di Desa Palak Siring, Kecamatan Kedurang, Kabupaten Bengkulu Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap lima penyandang dwarfisme, anggota masyarakat, keluarga, dan kepala desa sebagai informan. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, stigma sosial yang dialami penyandang dwarfisme bersifat kompleks dan berlapis, meliputi stigma verbal berupa panggilan merendahkan seperti "cebol", stigma nonverbal melalui tatapan berlebihan, stereotip tentang keterbatasan kemampuan, serta diskriminasi tidak langsung berupa pembatasan peran sosial, yang keseluruhannya berdampak pada munculnya self-stigma. Kedua, proses interaksi sosial berlangsung terbatas dan tidak sepenuhnya setara, di mana penyandang dwarfisme cenderung bersikap pasif dan menghindari lingkungan sosial yang luas. Ketiga, upaya pengurangan stigma oleh masyarakat dan tokoh desa masih bersifat informal dan belum terstruktur secara sistematis.Penelitian ini menyimpulkan bahwa stigma sosial terhadap penyandang dwarfisme terbentuk dari konstruksi sosial tentang normalitas fisik, rendahnya literasi masyarakat, dan kebiasaan sosial yang mengakar, sehingga diperlukan pendekatan komprehensif untuk menciptakan lingkungan sosial yang inklusif dan setara.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Stigma Sosial, Dwarfisme, Interaksi Sosial, Masyarakat Pedesaan, Inklusivitas Sosial | ||||||||||||
| Subjects: | Tarbiyah dan Tadris > Tadirs Ilmu Pengetahuan Sosial | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Tadris > Tadirs Ilmu Pengetahuan Sosial | ||||||||||||
| Depositing User: | john hendri | ||||||||||||
| Date Deposited: | 21 Oct 2026 02:56 | ||||||||||||
| Last Modified: | 21 Oct 2026 02:56 | ||||||||||||
| URI: | https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/id/eprint/8308 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
Download Statistics
Download Statistics